Selasa, 22 September 2020 - 11:17 WIB , Editor: alb
Pekanbaru | Tribunterkini- Dinas lingkungan hidup kota Pekanbaru jadi sorotan tentang pengelolaan sampah di Pekanbaru yang tidak di tangani dengan serius. Ini di sampaikan Gerakan Mahasiswa Relawan Bank Sampah (GMRBS) di depan kantor Kejati Riau Senin (21/9).
Dalam aspirasinya GMRBS meminta agar Kejati Riau untuk mengusut anggaran pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar yang dianggarkan senilai Rp100 milyar
Selain itu GMRBS melalui Korlap Septian Hadi mengatakan agar Kejati Riau untuk segera mungkin memerika kepala DLHK Pekanbar terkait pengelolaan sampah
GMRBS menilai tejadinya penumpukan sampah yang tumpukannya hingga sampai pintu masuk TPA Muara Fajar.
Hal ini disebabkan alat berat yang tidak beroperasi ataupun mangkrak yang diduga atas dasar ketidakseriusan DLHK Kota Pekanbaru dalam penggunaan anggaran yang sudah di Plotkan untuk DLHK Kota Pekanbaru, kata Korlap Septian Hadi
“Kami mendesak Kejati Riau untuk segera memeriksa Kepala DLHK kota Pekanbaru terkait penggunaan anggaran senilai Rp 100 milyar tahun 2020 ini”, tegas Septian Hadi.
Selain itu GMRBS dalam tuntutannya meminta dengan tegas kepada Firdaus ST MT Walikota Pekanbaru untuk memberhentikan kepala DLHK kota Pekanbaru karena tidak mampu menjalankan amanah yang sesuai pada tugas kerjanya selaku Kepala DLHK Kota Pekanbaru, tegas Septian Hadi Korlap
Penyampaian Aspirasi massa GMRBS di terima Rigo Kasubsi Humas Kajati Riau. (red).
(Pekanbaru/alb)
Sumber : https://www.tribunterkini.com/