Rabu, 11 Maret 2026 - 11:45 WIB , Editor: ruben
Jakarta | Tribunterkini– Pen Kodau I Panglima Komando Daerah Udara I (Pangkodau I) Marsda TNI Muzafar, S.Sos., M.M. menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Gerilya Udara Tahun 2026 yang dilaksanakan di GSG Suharnoko Harbani, Mabesau Cilangkap, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) dan diikuti oleh para pejabat tinggi TNI AU, akademisi, serta praktisi industri pertahanan.
FGD ini dilaksanakan sebagai forum strategis untuk membahas kembali konsep gerilya udara dalam rangka memperkuat kesiapan dan ketahanan kekuatan udara Indonesia di tengah dinamika perkembangan peperangan modern yang semakin kompleks dan melibatkan berbagai domain operasi.
Dalam arahannya, Kasau Marsekal TNI Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. menyampaikan bahwa perubahan karakter perang modern menuntut adanya penyesuaian konsep operasi udara. Konflik global yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa kekuatan udara tidak hanya diukur dari kemampuan daya hancur, tetapi juga dari kemampuan bertahan, menyebarkan aset, menjaga keberlangsungan operasi, serta memulihkan daya tempur secara cepat di tengah tekanan konflik.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa berbagai konflik modern memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya penyebaran aset udara, perlindungan pangkalan, serta integrasi sistem pertahanan udara. Dalam konteks tersebut, konsep gerilya udara dinilai memiliki relevansi tinggi bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah luas serta karakter ruang operasi yang beragam.
Melalui forum ini, para peserta FGD membahas sejumlah aspek penting, di antaranya upaya menjaga keberlangsungan operasi udara ketika pangkalan utama menjadi sasaran serangan, membangun pola operasi yang fleksibel dengan memanfaatkan pangkalan alternatif, memastikan dukungan logistik tetap berjalan dalam kondisi sulit, serta meningkatkan kemampuan pemulihan fasilitas dan sistem yang terdampak konflik secara cepat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis sebagai masukan dalam penyempurnaan doktrin dan konsep operasi TNI Angkatan Udara ke depan, sehingga kekuatan udara nasional semakin adaptif, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. **
(Jakarta/ruben)
Sumber : https://www.tribunterkini.com/