Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:50 WIB , Editor: ruben,
Siak | Tribunterkini– Dalam upaya berkelanjutan mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Siak terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian jagung di seluruh wilayah hukumnya. Berdasarkan data terbaru per 18 Mei 2026, total luas lahan yang disiapkan untuk penanaman jagung pada Kuartal I-II Tahun 2026 mencapai 93,6 hektar.
Dari total 93,6 hektar lahan yang tersedia, sebanyak 87,6 hektar telah berhasil ditanami. Program ini melibatkan sinergi antara jajaran Polsek, kelompok tani, dan pemanfaatan lahan di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Siak.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Ps.Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga, SH menjelaskan bahwa beberapa wilayah menunjukkan kontribusi lahan yang signifikan, di antaranya Polsek Sungai Mandau dengan 43,5 hektar, Polsek Kandis dengan 10 hektar, serta berbagai wilayah lainnya seperti Tualang, Kerinci Kanan, dan Lubuk Dalam. Optimalisasi ini mencerminkan komitmen kepolisian dalam menggerakkan sektor pertanian di tingkat akar rumput.
"Hingga saat ini, sebanyak 27,64 hektar lahan telah memasuki masa panen. Produksi jagung yang dihasilkan tercatat mencapai 22.468 kg. Meskipun produktivitas lahan menunjukkan tren positif, proses distribusi hasil panen menghadapi tantangan terkait pemenuhan standar kualitas", ucap Dedek.
Lanjut diterangka beberapa hasil panen dari wilayah tertentu, seperti di Polsek Kandis dan Tualang, sempat terkendala oleh kadar aflatoksin yang tinggi dan tingkat kelembapan yang melampaui standar yang ditetapkan Bulog. Sebagai langkah solutif agar hasil tani tidak terbuang sia-sia, pihak kepolisian dan petani mengalihkan komoditas tersebut ke pasar alternatif, seperti pakan ternak ayam atau dijual langsung kepada masyarakat setempat dengan harga yang kompetitif.
"Sampai hari ini ( 29,05,2026 ), total jagung yang berhasil diserap oleh Bulog mencapai 12.584 kg. Polsek Koto Gasib mencatatkan angka penyerapan tertinggi dengan kontribusi 3.564 kg, diikuti oleh Polsek Kandis sebesar 7.069 kg", ungkap Dedek.
Pihak Polres Siak terus melakukan evaluasi dan pendampingan kepada para petani dan personel di lapangan. Fokus utama ke depan tidak hanya pada perluasan lahan, tetapi juga peningkatan edukasi mengenai teknik pascapanen agar hasil jagung dapat memenuhi kriteria standar pangan nasional, sehingga manfaat ekonomi bagi petani dan ketersediaan pangan daerah dapat terwujud secara maksimal. **
(Siak/ruben)