Rabu, 25 Februari 2026 - 16:09 WIB , Editor: ruben,
Jakarta | Tribunterkini- Penkodau I Kodau I menggelar kajian lintas agama rutinitas yang digelar setiap minggu di hari rabu 'Rabu Ibadah'. Untuk umat muslim diawali dengan melaksanakan kegiatan sholat dhuha kemudian dilanjutkan dengan kajian fiqih oleh Ustadz Dr. K.H. Mulyadi Efendi, M.A., bertempat di Mesjid Darussalam Makodau I, Rabu (25-2-2026).
Dalam ceramahnya Ustadz Mulyadi Efendi menjelaskan bahwa ibadah puasa di bulan ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, baik secara jelas terlihat/fisik (dhohiriah) maupun yang membatalkan secara tidak terlihat/spiritual (Batiniyah).
"Meskipun hal-hal ini tidak secara langsung membatalkan sahnya puasa secara hukum (fikih), namun dapat mengurangi pahala puasa bahkan menghilangkannya. Ini adalah inti dari makna puasa sebagai pengendalian diri dan peningkatan ketakwaan. Diantaranya dengan berbuat kebohongan atau berdusta, ghibah dan namimah (mengadu domba atau menyebarkan fitnah), melihat hal-hal yang haram dengan syahwat, memiliki niat yang buruk atau tidak ikhlas", jelas Ustadz Mulyadi Efendi.
Lebih lanjut Ustadz Mulyadi berpesan bahwa penting untuk diingat bahwa ibadah puasa adalah ibadah yang menyeluruh, melibatkan fisik dan batin. Menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan secara dhohiriah adalah wajib, sementara menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan secara batiniyah adalah upaya untuk menyempurnakan dan memperoleh pahala puasa secara maksimal", jelas Ustadz Mulyadi Efendi.
Turut hadir Kapoksahli Kodau I serta Para Pejabat Utama Makodau I.
Ditempat terpisah digelar kajian ibadah umat Nasrani Makodau I di Ruang Rapat Denma Makodau I yang dipimpin oleh Pendeta Paulus Galstaun, S.Th. Dalam kotbahnya yang membahas dari bacaan 2 Korintus 9:6, tema tabur tuai, yang berisi tentang prinsip memberi dengan sukacita dan iman, yang mengajarkan kita tentang pentingnya memberi dengan sukacita dan iman, serta janji bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai kembali.
Selanjutnya umat Hindu Makodau I yang dipimpin oleh Letkol Tek I Komang Astika, S.T., M.M., melaksanakan ibadah dan doa untuk memanjatkan perlindungan dan keberkahan dalam kehidupan, bertempat di ruang Sren Makodau I. **
(Jakarta/ruben)